Sabtu, 09 Januari 2010

Pakar Telematika "JB Kristiadi"

Tokoh telematika dikenal dengan nama JB Kristiadi, bukan J Kristiadi. Ia adalah seorang Doktor lulusan Sorbonne University, Prancis pada tahun 1979, ia menjabat sebagai Sekretaris Menkominfo dan juga sebagai Ketua Lembaga Administrasi Negara RI pada rentang tahun 1990 sampai 1998.

Sekretaris Menteri Komunikasi dan Informasi ini mengatakan Teknologi Informasi (TI) sebaiknya ditempatkan menjadi penggerak utama mekanisme pembangunan seluruh sektor ekonomi nasional. Menurut pakar telematika ini sebagai salah satu teknologi unggulan yang menentukan masa kini dan masa depan umat manusia, semakin penting untuk dikuasai pemahamam, pengetahuan, pemanfaatannya, serta penciptaannya.

Kaitannya yang erat dengan berbagai sektor ekonomi, terutama sektor tersier dan kwarter, menempatkan TI sebagai komoditi strategi dalam pembangunan nasional. Malahan ada negara yang meluncurkan konsep pembangunan nasionalnya yang bercirikan IT-led development, dimana TI bukan hanya sebagai perangkat pendukung tetapi telah meningkat menjadi penggerak utama mekanisme pembangunan seluruh sektor ekonomi nasional.

Latar Belakang
Anak ke-enam dari sembilan bersaudara ini. Lahir di Jawa Tengah, 4 Mei 1946 dari keluarga berada. Ayahnya adalah B.S. Pudjosukanto, seorang guru di sekolah Belanda di Solo dan pindah ke Jakarta, saat Kristiadi berusia tiga tahun.

Pada saat kepindahannya di Jakarta, ia adalah seorang anak yang pendiam dan pemalu. Karena latar belakang ayahnya yang mengajar di sekolah belanda, maka ayahnya mendidiknya dengan cara Belanda. Harus berdisiplin, mulai dari bangun tidur, kumpul di meja makan, sewaktu makan tidak boleh bicara, belajar dan sampai tidur kembali.

Dalam hal pendidikan orang tuanya memberikan kebebasan kepada anak-anaknya, baik dalam hal cita-cita. Pakar telematika ini pada saat kecil bercita-cita ingin menjadi pilot. Tapi ketika remaja ia ingin insinyur elektro.

Karena kecintannya pada ilmu eksakta, ia sampai menjalani sekolah dua kali, yaitu pada saat pagi belajar jurusan ilmu alam dan malamnya sosial budaya.
Setelah menyelesaikan SMA-nya, Kris masuk Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan (sekarang FISIP) Universitas Indonesia.

Tapi kegiatannya sebagai aktivis mahasiswa itu, tak sampai membuat kuliahnya terganggu. Bahkan, semasih menyusun skripsi, ia sudah diterima bekerja Departemen Keuangan. Dia lulus S1 dari Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan, Universitas Indonesia tahun 1971. Dan melanjutkan lagi pendidikannya sebagai doktor (S3) di Sorbonne University, Prancis, lulus tahun 1979 dengan summa cum-laude.

Saat mengumpulkan data untuk disertasinya tentang negara berkembang, dia pulang ke Tanah Air selama tiga bulan. Kesempatan itu, digunakannya untuk menikah dengan Fiona (1976), yang kemudian memberinya empat anak (Gerald Admiraldi, Raymod Laksmanadi, Edgar Kharismaraldi dan Eldi Marshaldi). Ibarat kata pepatah, sambil berenang minum air. Sambil cari data, mereguk nikmatnya perkawinan.

Dia menjabat Direktur Pembinaan Kekayaan Negara Departemen Keuangan (1980-1987). Kemudian menjabat Direktur Anggaran Departemen Keuangan (1987-1990). Tahun 1990 dia meninggalkan Depkeu, karena dipercaya menjabat Ketua Lembaga Administrasi Negara RI sampai tahun1998.

Sebelum menjabat Sekretaris Menteri Komunikasi dan Informasi, dia sempat menjabat AsistenMenteri Wasbangpan (1998-2000) dan Deputi Menpan (2000-2002).

http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/j/jb-kristiadi/index.shtml

Sabtu, 05 Desember 2009

Seandainya saya menjadi menkominfo periode 2009-2014 kebijakan yang saya akan lakukan adalah :

1.Berdasarkan Keppres 101/2001, saya akan menjalankan perencanaan kebijakan di bidang telematika,seperti e-indonesia dan e-government.
diharapkan apabila e-government dapat dilaksanakan, maka dari satu Kartu tanda Penduduk (KTP) yang memilki single id number dapat digunakan untuk pembayaran pajak (mobil, motor dll), pembayaran asuransi (kesehatan), pendidikan, dokumen imigrasi dll.
2.Melakukan pemberantas KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme) di indonesia dengan menggunakan sarana teknologi informasi yang sudah ada diharapkan dapat membawa hasil yang optimal bagi bangsa indonesia.
3.Membuat Undang-Undang (UU) tentang Cyberlaw, dimana UU yang telah dibuat sebelumnya belum ada yang secara khusus membuat cyberlaw. seperti UU no. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan UU no. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.
4.Melakukan pemerataan pelayanan universal (universal service obligation/ USO)
terhadap daerah-daerah tertinggal ataupun daerah yang belum bisa menikmati layanan telematika.
5. Meningkatkan perkembangan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.

Minggu, 15 November 2009

Telesrgery : Robot Operasi The da Vinci

Produksi dari perusahaan Intuitive Surgical, da Vinci Surgical System adalah robot paling terkenal untuk pembedahan di dunia. merupakan kategori mengarahkan manusia gerak robot.
Robot operasi dibagi menjadi 2 komponen :
1.Seorang ahli bedah melihat dan yang melakukan kontrol konsol.
2.Terdiri dari beberapa lengan bedah yaitu 3 atau 4 model lengan.
Dengan menggunakan robot operasi da Vinci. Perbedaan antara bedah konvensional dengan bedah menggunakn robot adalah apabila menggunakan robot maka dokter tidak menyentuh instrumen bedah ini secara langsung akan tetapi berbeda dengan konvensional yang dokter harus menyentuh instrument tersebut.

Dokter hanya duduk di depan komputer dekat ruang operasi dan menggerakan joystick untuk menggerakan instrument. dalam menggerakan joystik tersebut, robot akan menirukan gerakan yang dilakukkan joystick tersebut. Setelah operasi dilakukkan, maka sayatan bekas operasi tadi harus ditutup kembalim dengan cara menjahitnya kembali.

Keuntungan Robot Bedah

Dengan menggunakan robot bedah, maka di dalam ruang operasi tidak diperlukan banyak tenaga ahli didalamnya seperti anestesi yang digunakan untuk pembiusan, ataupun lebih dari satu ahli bedah. di ruang opersi hanya terdapat robot bedah, dan dokter hanya akan mengedalikan robot tersebut dari depan komputer.
Pembedahan ini dapat dilakukan oleh dokter yang berada jauh dari loksi pasien yang akan dioperasi, seperti dokter yang berada di New York dapat melakukkan operasi kepada pasien yang berada di Texas. terdapatnya waktu lay atau tunda mengakibatkan pergerakan tangan dokter dengan tangan robot memiliki perbedaan wkatu, sehingga hal ini dapat menyebabkan tidak real time.
Efisiensi biaya apabila menggunakan robot bedah. Beberapa keunggulan dari operasi dengan robot dibandingkan dengan operasi konvensional yaitu, termasuk dalam hal ketepatan dan mengurangi trauma pada pasien setelah mengalami operasi. Seperti, operasi bypass jantung tradisional mengharuskan dada pasien menjadi retak terbuka melalui suatu 1 kaki (30,48 cm) sayatan panjang. Namun, dengan sistem robot da Vinci, dalam operasi jantung hanya membuat tiga atau empat sayatan kecil di dada dengan panjang sayatan 1 cm. karen keunggulan tersebut pasien akan lebih cepat sembuh dan tidak akan sampai membuat pasien mengalami trauma yang mendalam. sedikit.

Telesurgery : Robot Bedah

Robot sangat membantu di kehidupan manusia, baik dibidang perkerjaan yang memilki tingkat resiko yang tinggi, seperti di peleburan baja yang memilki tingkat temperatur yang tinggi, pergi ke luar angkasa dan perakitan mobil menjadi lebih cepat.

Sekarang ini banyak robot telah memiliki kecerdasan buatan atau artifial inteligence yang ditanamkan didalamnya. Contohnya Robot Honda Asimo yang terus melakukan pengembangan. sehingga di bidang kesehatan juga telah memilki robot yang digunakan untuk pembedahan. pembedahan yang dilakukan oleh robot selalu dikendlikan oleh seorang
ahli bedah dan mengikuti prosedur-prosedur yang ada.

Untuk sementara waktu robot ini belum bisa diterapkan di seluruh rumah sakit dengan berbagai alasan keamanan,dan masih sangat mahal.

Telesurgery Yang di Bantu Dengan Robot

Kurang dari seperempat dari 15 juta operasi dilakukan, dan tiap tahunnya dilakukan dengan sayatan kecil yang disebut sebagai operasi invasif minimal. Teknologi robot digunakan untuk melakukkan pembedahan toraks, abdomen, pelvis, dan prosedur bedah saraf. dengan robot yang melakukkan pembedahan ini memberi keuntungan dipihak rumah sakit yaitu lama perawatan menjadi lebih singkat.
Robot yang digunakan dalam suatu operasi dapat dikategorikan menjadi dua yaitu : pasif dan aktif. Robot pasif akan dikendalikan oleh dokter bedah. Robot aktif memiliki kemampuan untuk melakukan tindakan yang tidak aman selama operasi. Akan tetapi sekarang ini, robot dapat beralih fungsi dari ktif atau pasif maupun sebaliknya.
Pembedahan yang dilakukann dengan robot pertama kali dilakukan pada tahun 1980-an, yaitu dengan melakkuan pembedahan ortopedi dan pembedahan saraf. dari bidang militer mulai mulai tertarik menggunakan tekhnologi telesurgery.

TELESURGERY

Telesurgery berasal dari bahasa Yunani, yaitu tele yang artinya jauh dan cheirourgia yang artinya berarti bekerja dengan tangan. Pengertian Telesurgery adalah pembedahan yang dilakukan pada jarak jauh. Robot yang melakukan operasi akan tetapi robot tersebut dikendalikan oleh dokter bedah tugas secara langsung dilakukan oleh sistem robot yang dikendalikan oleh dokter bedah di site remote. Telesurgery berasal dari kata Yunani tele, yang berarti jauh dan cheirourgia, yang berarti bekerja dengan tangan.

Dr Jacques Marescaux adalah seorang ahli bedah di New York City, yang melakukan Operasi kantong empedu disebut juga dengan nama proyek Lindbergh, kepada seorang pasien di Strasbourg, Perancis. Operasi yang dilakukan sukses, sehingga dunia bedah mengalami kemajuan.

Pembedahan yang menggunakan laparoskopik tahun 1980-an, membawa Telesurgery didalamnya. Laparoskopi atau biasa disebut operasi invasif minimal adalah suatu prosedur pembedahan yang menggunakan laparoskop yaitu berupa tabung berlampu tipis dan yang lainnya yang dimasukkan kedalam perut, akan tetapi harus disayat agar dapat memasukkan laparoskopi.
Pembedahan yang dilakukan dengan bantuan komputer pertama kali dilakukan pada 1990. Seperti ahli bedah yang mengendalikan lengan robot dengan menggunakan konsol. lengan robot tersebut akan menirukan gerakan tangan dokter bedah dan pergelangan tangannya.


Aplikasi potensial telesurgery meliputi:
• pelatihan ahli bedah baru
• membantu dan pelatihan ahli bedah di negara-negara berkembang
• mengobati tentara yang terluka di medan perang atau di dekat
• melakukan prosedur pembedahan di luar angkasa
• berkolaborasi dan pendampingan selama operasi oleh dokter bedah di seluruh dunia